Example floating
Example floating
Ekonomi Bisnis

Harga CPO Global Bergerak Liar, Begini Peluang Harga Sawit Naik Lagi Menurut Data Bappebti

×

Harga CPO Global Bergerak Liar, Begini Peluang Harga Sawit Naik Lagi Menurut Data Bappebti

Sebarkan artikel ini
Harga Sawit Anjlok, Ini Sinyal Bursa CPO Dunia yang Bisa Jadi Penentu Kenaikan Berikutnya/tulisankita

Tulisankita.com – Harga sawit anjlok belum pulih setelah pasar dikejutkan skema baru ekspor Crude Palm Oil (CPO) nasional melalui PT Danantara Sumberdaya Indonesia atau PT SDI.

Di tengah tekanan itu, pelaku pasar mulai mencari satu jawaban penting: kapan harga sawit naik lagi?

Jawabannya, ternyata tidak hanya ditentukan pasar lokal atau harga tandan buah segar (TBS) di pabrik kelapa sawit.

BACA JUGA : Saham Sawit Berguguran Usai Rilis BUMN Ekspor Baru Prabowo, AALI hingga TAPG Tertekan, Ini Daftar Lengkapnya

Pergerakan harga CPO dunia juga dipengaruhi perdagangan forward, futures hingga spot market yang turut dipantau Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti).

Ditukil dari laman resmi Bappebti dan KPBN,  harga komoditi bursa yang dirilis Bappebti per 22 Mei 2026, menunjukkan pasar CPO global masih bergerak fluktuatif, terutama di pusat perdagangan Rotterdam dan pasar domestik Indonesia.

Dalam data itu, harga CPO forward bulan afloat di Rotterdam berada di level US$1.383 per metric ton. Sementara kontrak forward Juni 2026 bergerak di US$1.391 per metric ton.

BACA JUGA : Penyebab Harga Sawit Turun, Ekspor Lesu dan Bursa Malaysia Melemah

Harga forward Juli 2026, tercatat sedikit lebih tinggi di level US$1.402 per metric ton, sedangkan kontrak Agustus 2026 mencapai US$1.410 per metric ton.

Kenaikan bertahap pada kontrak bulan berikutnya ini mulai dibaca sebagian pelaku pasar sebagai sinyal bahwa pasar global masih membuka peluang pemulihan harga sawit dalam jangka menengah.

Bappebti menjelaskan, harga futures, forward dan spot luar negeri merupakan harga penutupan atau harga akhir komoditi satu hari sebelum tanggal publikasi data.

Sementara, harga spot lokal diperoleh melalui formulasi menggunakan acuan harga futures dan forward luar negeri.

Di pasar domestik, harga spot CPO Medan tercatat Rp19.890 per kilogram. Namun di Jakarta ICDX, harga futures Juni 2026 justru berada di Rp15.620 per kilogram.

Selisih harga ini, menunjukkan adanya kompleksitas pasar sawit global, mulai dari biaya logistik, ekspektasi permintaan ekspor, nilai tukar hingga sentimen perdagangan internasional.

Situasi ini ikut menjelaskan mengapa harga sawit di tingkat petani belum sepenuhnya stabil meski harga referensi global belum runtuh total.

Pasar juga masih mencermati efek kebijakan baru ekspor sawit nasional setelah Presiden Prabowo mengumumkan pembentukan skema baru melalui PT Danantara Sumberdaya Indonesia atau PT SDI.

Pelaku pasar menunggu bagaimana mekanisme distribusi ekspor, penyerapan produksi dan pengaturan perdagangan CPO ke depan.

Di sisi lain, data PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) yang ditampilkan melalui laman resminya menunjukkan harga tender CPO berada di kisaran Rp13.211 per kilogram.

Angka itu menjadi perhatian karena memperlihatkan tekanan harga domestik masih cukup kuat dibanding posisi spot internasional.

Pelaku industri melihat ada beberapa faktor utama yang akan menentukan kapan harga sawit naik lagi.

Di antaranya:

  • Pergerakan permintaan impor dari India dan China sebagai konsumen utama CPO dunia.
  • Stabilitas kebijakan ekspor sawit Indonesia pasca pembentukan PT SDI.
  • Perkembangan harga minyak nabati global seperti soybean oil dan sunflower oil.
  • Nilai tukar dolar AS terhadap rupiah.
  • Pergerakan kontrak futures CPO di pasar internasional.
  • Stabilitas pasokan dari Malaysia dan Indonesia sebagai produsen terbesar dunia.

Kontrak forward Rotterdam yang bergerak naik bertahap hingga Agustus 2026 mulai memberi sinyal bahwa pasar global belum sepenuhnya kehilangan optimisme terhadap komoditas sawit.

Namun investor dan pelaku usaha masih menunggu kepastian arah kebijakan perdagangan nasional serta respons pasar ekspor internasional.

Bagi petani dan pelaku usaha sawit, membaca harga CPO kini tidak cukup hanya melihat harga pabrik atau tender harian.

Pergerakan bursa berjangka global mulai menjadi indikator penting untuk memetakan arah harga sawit beberapa bulan ke depan.

Disclaimer : Data harga CPO disarikan dari Bappebti dan KPBN per 22 Mei 2026. Harga komoditas dapat berubah mengikuti pasar global.