Example floating
Example floating
Ekonomi Bisnis

Pinjaman ‘Receh’ di Paylater, KUR Setengah Milyar Gagal! Ini Cara Hitung Simulasi DSCR 2026

×

Pinjaman ‘Receh’ di Paylater, KUR Setengah Milyar Gagal! Ini Cara Hitung Simulasi DSCR 2026

Sebarkan artikel ini
Minimnya literasi keuangan, kerap jebak UMKM/tulisankita

Tak sedikit calon debitur merasa aman karena memiliki Skor 1 di iDebku OJK. Namun, saat mengajukan KUR Kecil, misal di Bank Mandiri atau BRI, plafon yang disetujui justru jauh di bawah harapan.

Mengapa? Jawabannya bukan pada “kelancaran” bayar, melainkan pada Kapasitas Bayar (Capacity).

Analis kredit tahun 2026 menggunakan perhitungan ketat mengenai sisa pendapatan bersih setelah dikurangi seluruh cicilan yang tercatat di SLIK OJK.

Mengenal Rumus DSCR (Debt Service Coverage Ratio)

Bank ingin memastikan bahwa laba usaha Anda mampu membayar cicilan bank dan tetap menyisakan uang untuk biaya hidup. Secara umum, bank mematok angka keamanan DSCR > 1.25x hingga 1.5x.

Artinya: Laba Bersih Per Bulan : Total Cicilan Per Bulan ≥ 1.5

Studi Kasus: Simulasi “Pemangkasan” Plafon

Mari kita asumsikan Bapak Arga memiliki laba bersih usaha Rp20.000.000 per bulan dan ingin mengajukan KUR Rp500 Juta dengan tenor 5 tahun (60 bulan).

Skenario A: Tanpa Cicilan Lain (Ideal)

  • Estimasi Angsuran KUR Rp500 Juta: Rp9.666.500/bulan.

  • Rasio (DSCR): Rp20.000.000 / Rp9.666.500 = 2.06 (Lolos/Aman).

  • Hasil: Plafon Rp500 Juta kemungkinan besar disetujui 100%.

Skenario B: Memiliki Cicilan Paylater dan Motor (Realita)

Bapak Arga memiliki cicilan motor (Rp1.500.000) dan tagihan rutin 3 aplikasi paylater (total Rp2.000.000). Total cicilan berjalan: Rp3.500.000.

  • Laba Bersih yang Tersedia: Rp20.000.000 – Rp3.500.000 = Rp16.500.000.

  • Jika ditambah angsuran KUR (Rp9.666.500), maka total beban utang menjadi: Rp13.166.500.

  • Rasio (DSCR): Rp20.000.000 / Rp13.166.500 = 1.51 (Ambang Batas).

Skenario C: Efek “Makan Plafon”

Jika analis bank merasa angka 1.51 terlalu berisiko karena ada fluktuasi ekonomi 2026, bank akan menurunkan risiko dengan memangkas plafon.

  • Bank mungkin hanya menyetujui plafon Rp400 Juta agar cicilan menjadi sekitar Rp7,7 Juta.

  • Kesimpulan: Cicilan paylater dan motor sebesar Rp3,5 juta tadi secara tidak langsung “menghilangkan” kesempatan Bapak Arga mendapatkan modal Rp100 juta tambahan.

Tabel Dampak Cicilan Sampingan Terhadap Plafon

Laba Bersih Usaha Total Cicilan Non-KUR Potensi Plafon KUR Di-ACC Keterangan
Rp15 Juta Rp0 Rp500 Juta (100%) Sangat Aman
Rp15 Juta Rp2 Juta ± Rp400 Juta Dipangkas karena DSCR
Rp15 Juta Rp5 Juta ± Rp250 Juta Plafon Cair Separuh
Rp15 Juta > Rp7 Juta DITOLAK Beban Utang Terlalu Tinggi

Tips Bersihkan Keranjang Sebelum Mengajukan

Sebelum menekan tombol “Daftar KUR” atau datang ke bank:

  1. Pelunasan Dipercepat (Early Repayment): Lunasi sisa cicilan paylater atau kredit barang konsumtif yang tinggal beberapa bulan lagi.

  2. Tutup Akun Tidak Terpakai: Akun paylater yang aktif dengan limit besar (meski tidak dipakai) terkadang terbaca sebagai “Komitmen Kredit” oleh sebagian sistem analis.

  3. Konsolidasi Utang: Jadikan satu semua utang ke dalam satu pintu produktif (KUR) daripada terpencar di banyak aplikasi dengan bunga tinggi.

Disclaimer: Angka simulasi di atas adalah ilustrasi berdasarkan rumus perbankan umum. Ketentuan pasti DSCR dan perhitungan plafon dapat berbeda di setiap kantor cabang sesuai dengan kebijakan manajemen risiko setempat.