Example floating
Example floating
DaerahEkonomi Bisnis

Kenapa Cuaca Dingin? Harga Ikan Laut Terancam Naik, Nelayan Ungkap Waktu Terbaik Memancing

×

Kenapa Cuaca Dingin? Harga Ikan Laut Terancam Naik, Nelayan Ungkap Waktu Terbaik Memancing

Sebarkan artikel ini
Pengaruh suhu dingin di Indonesia terhadap migrasi ikan ke air dangkal serta bocoran waktu terbaik untuk memancing/tulisankita.com

Tulisankita.com – Kenapa cuaca dingin dapat pula berimbas harga ikan laut yang lebih mahal? Fenomena ini ternyata bukan sekadar kebetulan.

Penurunan suhu udara umumnya juga berkaitan dengan perubahan suhu permukaan laut yang memengaruhi perilaku ikan, lalu tangkapan nelayan berkurang otomatis pasokan ke pasar turun. Hukum pasar berlaku.

Hubungan antara suhu laut dan penyebaran ikan juga telah banyak dibahas dalam kajian ilmiah. Salah satunya dipublikasikan dalam Jurnal Kelautan dan Perikanan Universitas Syiah Kuala (USK). 

Baca Juga : Bunga Langka Rhizantes Deceptor Mekar di Hutan Bengkulu, Panduan Ekowisata Terjangkau, Seru, dan Edukatif di Tahun 2026 Terbaru

Dalam jurnal itu menjelaskan, suhu permukaan laut merupakan salah satu faktor oseanografi yang memengaruhi penyebaran serta kelimpahan berbagai jenis ikan, termasuk tuna.

Temuan ilmiah tersebut sejalan dengan pengalaman nelayan tradisional yang merasakan langsung perubahan hasil tangkapan saat suhu laut menjadi lebih dingin.

Kenapa Cuaca Dingin Membuat Tangkapan Ikan Menurun?

Ketua Nelayan Tradisional Provinsi Bengkulu Zona Bengkulu Utara, Rusman, menjelaskan, fenomena suhu dingin yang berlangsung hampir dua pekan terakhir berdampak terhadap nelayan tradisional, terutama yang memiliki wilayah tangkap terbatas.

Menurut Rusman, masyarakat nelayan Bengkulu mengenal kondisi tersebut dengan istilah “tibo musim kemarau”.

Baca Juga : Menhut Raja Juli Klaim 4 Proyek Kehutanan Ini Punya Nilai Ekonomi Rp5 Triliun, Berapa Harga 1 Ton Karbon?

Ia menjelaskan, ketika suhu laut menjadi lebih dingin, ikan cenderung mengurangi aktivitas berburu makanan sehingga lebih sulit ditemukan oleh nelayan.

“Fenomena suhu dingin gini, kalau kita di Bengkulu istilahnya tibo musim kemarau. Jelas, ikan hasil tangkapan akan menyusut. Karena ikan cenderung tidak melakukan perburuan makanan seperti lazimnya,” ujar Rusman.

Mengapa Harga Ikan Laut Bisa Ikut Naik?

Ketika hasil tangkapan menurun, jumlah ikan yang masuk ke pelelangan maupun pasar otomatis ikut berkurang.

Dalam mekanisme pasar, kondisi tersebut dapat memicu kenaikan harga karena pasokan lebih sedikit sementara permintaan masyarakat tetap berlangsung.

Secara sederhana, rantainya dimulai dari suhu laut lebih dingin, aktivitas makan ikan berkurang, nelayan lebih sulit memperoleh hasil tangkapan, pasokan ikan ke pasar menurun, harga ikan laut berpotensi meningkat.

Besarnya kenaikan harga tentu bergantung pada stok ikan di masing-masing daerah, kondisi cuaca, serta aktivitas penangkapan nelayan.

Fenomena Ini Ternyata Sudah Lama Dikenal Nelayan

Turut diungkap Rusman,  kondisi seperti ini bukan hal baru bagi masyarakat pesisir. Berdasarkan pengalaman para nelayan, fenomena suhu laut dingin dapat berlangsung 2 hingga 3 bulan pada kondisi normal.

Bahkan, terus dia, pernah berlangsung hingga 6 bulan. Pada periode tertentu, fenomena tersebut juga disertai musim kemarau panjang di daratan.

“Dulu pernah sampai enam bulan. Laut sampai muncul lumut,” ungkap Rusman.

Kapan Ikan Akan Kembali Banyak?

Masih Rusman, sebagai nelayan, dia punya pengalaman perubahan perilaku ikan tidak berlangsung selamanya. Dia memperkirakan, ikan pelagis berukuran besar mulai kembali aktif sekitar dua minggu. Paling lama satu bulan apabila kondisi suhu mulai berubah.

Selama suhu dingin masih berlangsung singkat, sebagian ikan masih bertahan di habitat asalnya. Apabila suhu dingin berlangsung lebih lama, ikan akan mulai bergerak.

“Perairan yang lebih dangkal suhunya lebih hangat akibat paparan sinar matahari,” terangnya.

Waktu Terbaik Memancing Saat Cuaca Dingin

Fenomena ini justru membuka peluang bagi pemancing, khususnya yang memancing dari kawasan pantai.

Rusman menjelaskan bahwa saat ikan mulai berpindah ke perairan dangkal, peluang memperoleh tangkapan dapat meningkat.

Beberapa ciri waktu yang dinilai baik untuk memancing antara lain:

• Suhu laut dingin telah berlangsung cukup lama.

• Ikan mulai bergerak menuju perairan dangkal.

• Muncul kelompok ikan kecil sebagai sumber pakan alami.

• Ikan predator mengikuti keberadaan ikan-ikan kecil tersebut.

Menurut Rusman, kondisi tersebut sering dimanfaatkan para pemancing karena ikan cenderung berkumpul lebih dekat ke garis pantai.

“Momentum ini sekaligus menjadi kesempatan bagi pemancing di sekitar pantai karena ikan-ikan cenderung berkumpul di perairan dangkal,” jelasnya.

Penjelasan Ilmiah Mendukung Pengalaman Nelayan

Hasil penelitian yang dipublikasikan Jurnal Universitas Syiah Kuala (USK) menyebutkan bahwa suhu permukaan laut merupakan salah satu faktor penting yang memengaruhi distribusi dan kelimpahan sumber daya perikanan.

Perubahan suhu dapat memengaruhi:

• Jalur migrasi ikan.

• Aktivitas mencari makan.

• Lokasi berkumpulnya ikan.

• Tingkat keberhasilan penangkapan nelayan.

Karena itu, fenomena suhu dingin di Indonesia tidak hanya dirasakan masyarakat di daratan, tetapi juga memberikan dampak langsung terhadap sektor perikanan tangkap, pendapatan nelayan, hingga harga ikan laut di berbagai daerah. **

Disclaimer: Artikel ini disusun dari hasil wawancara lapangan dengan Ketua Nelayan Tradisional Provinsi Bengkulu Zona Bengkulu Utara Rusman serta referensi ilmiah Jurnal Universitas Syiah Kuala (USK) mengenai pengaruh suhu permukaan laut terhadap hasil tangkapan ikan.