Example floating
Example floating
Ekonomi Bisnis

PDB RI Tembus Rp6.187,2 Triliun, Wilayah Luar Jawa Ikut Melaju di Atas 6 Persen, Faktor ‘Sugar Rush’?

×

PDB RI Tembus Rp6.187,2 Triliun, Wilayah Luar Jawa Ikut Melaju di Atas 6 Persen, Faktor ‘Sugar Rush’?

Sebarkan artikel ini
Prosesi penyaluran uang tunai BLT-DD Januari - Mei 2026 kepada 4 KPM oleh Pemdes Tanjung Muara./Redaksi Tulisan Kita

Laju ekonomi Indonesia kembali mencuri perhatian setelah pertumbuhan nasional mencapai 5,61 persen secara tahunan (year on year/yoy) pada Triwulan I 2026.

Angka ini bukan hanya lebih tinggi dibanding sejumlah periode sebelumnya, tetapi juga dibarengi lonjakan aktivitas ekonomi di berbagai wilayah luar Pulau Jawa.

BACA JUGA : Rekrutmen Mitra BPS 2026: Cara Daftar dan Syarat Gabung Jadi Petugas Survei Berkualitas

Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia pada periode tersebut bahkan menembus Rp6.187,2 triliun. Di tengah capaian itu, muncul pertanyaan menarik: apakah akselerasi ekonomi ini dipengaruhi efek “sugar rush” dari derasnya penyaluran bantuan sosial (bansos) pemerintah?

Pemerintah diketahui masih menggulirkan anggaran perlindungan sosial (perlinsos) sepanjang 2026 dengan nilai mencapai Rp508,2 triliun.

Dana tersebut digunakan untuk berbagai program seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) atau bantuan sembako tahap 2 yang masih cair pada Mei 2026.

BACA JUGA : POJK Nomor 4 Tahun 2026 Terbit, Aset Syariah RI Melonjak Tembus Rp10 Ribu Triliun

Data yang diolah dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menunjukkan pertumbuhan ekonomi nasional bergerak naik dibanding beberapa kuartal sebelumnya.

Pada Triwulan I 2024 ekonomi tumbuh 5,11 persen, lalu bergerak di kisaran 4,95 persen hingga 5,39 persen sebelum akhirnya mencapai 5,61 persen pada Triwulan I 2026.

Menariknya, pertumbuhan tidak hanya terpusat di Pulau Jawa yang selama ini menjadi motor ekonomi nasional. Beberapa wilayah justru mencatat laju pertumbuhan lebih tinggi.

Berikut rincian kontribusi dan pertumbuhan ekonomi wilayah di Indonesia:

  • Jawa masih menjadi penyumbang terbesar ekonomi nasional dengan kontribusi 57,24 persen dan pertumbuhan 5,79 persen.
  • Sumatera berkontribusi 22,08 persen dengan pertumbuhan 5,13 persen.
  • Kalimantan mencatat kontribusi 7,99 persen dengan pertumbuhan 4,08 persen.
  • Sulawesi tumbuh kuat di angka 6,95 persen dengan kontribusi 7,12 persen.
  • Bali dan Nusa Tenggara menjadi wilayah dengan pertumbuhan tertinggi mencapai 7,93 persen meski kontribusinya 2,80 persen.
  • Maluku dan Papua tumbuh 4,46 persen dengan kontribusi 2,77 persen.

Kementerian Keuangan melalui Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) menyoroti bahwa seluruh wilayah kepulauan mencatat pertumbuhan positif. Aktivitas ekonomi disebut semakin merata dari Sumatera hingga Papua.

Fenomena ini memunculkan diskusi soal peran bansos terhadap konsumsi rumah tangga. Penyaluran bantuan tunai dan sembako dinilai mampu menjaga daya beli masyarakat, terutama kelompok berpenghasilan rendah.

Saat konsumsi meningkat dalam waktu singkat, aktivitas perdagangan hingga distribusi barang ikut terdorong.

Namun, sejumlah ekonom juga mengingatkan bahwa pertumbuhan berbasis stimulus konsumsi perlu diimbangi penguatan sektor produktif agar efeknya tidak bersifat sementara atau sekadar “sugar rush”.

Di sisi lain, pertumbuhan tinggi di Bali dan Nusa Tenggara serta Sulawesi memperlihatkan adanya dorongan dari sektor pariwisata, perdagangan, hilirisasi, dan aktivitas komoditas yang terus bergerak positif.

Dengan capaian 5,61 persen pada awal 2026, perhatian kini tertuju pada kemampuan pemerintah menjaga momentum pertumbuhan hingga akhir tahun tanpa terlalu bergantung pada stimulus jangka pendek.