Tulisankita.com – Kredit Usaha Rakyat atau KUR dengan bunga 0 persen, baru saja dirilis pemerintah.
Via program KUR Daerah atau KURDA bunga 0 persen mulai menjadi perhatian pelaku usaha kecil baru saja dirilis di Provinsi Jawa Tengah (Jateng).
Menteri UMKM RI Maman Abdurrahman, meresmikan program pembiayaan tersebut di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah.
BACA JUGA : Pinjaman ‘Receh’ di Paylater, KUR Setengah Milyar Gagal! Ini Cara Hitung Simulasi DSCR 2026
Program ini dinilai bukan sekadar bantuan modal biasa, melainkan model baru pembiayaan UMKM yang mencoba menekan hambatan terbesar usaha kecil: bunga pinjaman dan akses permodalan.
Skema Kredit Usaha Rakyat Daerah atau KURDA itu diperkenalkan di Sentra Industri Kreatif dan Kerajinan (SIKK) Sragen.
Fokus utamanya adalah membantu pelaku usaha produktif yang selama ini belum sepenuhnya terjangkau pembiayaan formal.
Kehadiran program tersebut langsung menarik perhatian karena muncul di tengah tingginya pencarian masyarakat terkait kur 0 persen, bunga kur bri 2025, hingga kredit UMKM 2026.
BACA JUGA : Syarat Lolos BI Checking Lewat iDebku untuk Pengajuan KUR BRI dan Mandiri 2026 Plafon 100-500 Juta
Kementerian UMKM menyebut penyaluran Kredit Usaha Rakyat secara nasional sejauh ini telah mencapai Rp105,8 triliun kepada sekitar 1,69 juta pelaku UMKM penerima manfaat.
Dari total tersebut:
- Sebanyak 1,14 juta merupakan debitur baru
- Sekitar 511 ribu UMKM telah masuk kategori naik kelas atau graduasi
- Penyaluran KUR ke sektor produksi telah mencapai 63,57 persen
Angka tersebut memperlihatkan bahwa arah kebijakan pembiayaan pemerintah mulai difokuskan ke sektor produktif, bukan hanya konsumtif.
Untuk wilayah Jawa Tengah, penyaluran KUR tercatat mencapai Rp18,9 triliun dengan total penerima manfaat sekitar 348 ribu pelaku UMKM.
Rinciannya:
- Sekitar 57,1 persen disalurkan ke sektor produksi
- Jawa Tengah menjadi salah satu daerah dengan penyerapan KUR terbesar nasional
Sementara di Kabupaten Sragen, nilai penyaluran KUR mencapai Rp675 miliar kepada sekitar 10,5 ribu pelaku usaha.
Menariknya:
- Sebanyak 53,7 persen penyaluran diarahkan ke sektor produksi
- Sragen masuk 10 besar daerah dengan penyaluran KUR terbesar di Jawa Tengah
Menteri UMKM Maman Abdurrahman menilai program KURDA dapat menjadi instrumen percepatan ekonomi masyarakat bawah, terutama bagi usaha mikro yang kesulitan memperoleh pinjaman perbankan konvensional.
Program ini juga dianggap relevan dengan arah kebijakan kredit UMKM 2026 yang diprediksi semakin menitikberatkan pada:
- Pembiayaan murah
- Penguatan sektor produksi
- Pemberdayaan UMKM berbasis daerah
- Pendampingan usaha berkelanjutan
Dikutip dari akun Instagram resmi Pemkab Sragen, Bupati Sragen Sigit Pamungkas, menyampaikan KURDA bukan sekadar bantuan sosial.
Menurutnya, program tersebut merupakan investasi sosial untuk menggerakkan ekonomi masyarakat dan membuka peluang usaha baru.
Pinjaman bunga 0 persen itu diharapkan dapat:
- Membantu UMKM bertahan di tengah tekanan biaya usaha
- Mengurangi ketergantungan pada pinjaman informal berbunga tinggi
- Membuka peluang ekspansi usaha kecil
- Meningkatkan kesejahteraan keluarga pelaku UMKM
Penyaluran KURDA dilakukan melalui sejumlah lembaga keuangan daerah, yakni:
- Bank Djoko Tingkir
- Bank Syariah Sukowati Sragen
- Bank BPR BKK Karangmalang
Skema seperti ini mulai dipandang menarik karena melibatkan pemerintah daerah dan bank lokal secara langsung, sehingga proses distribusi pembiayaan dinilai lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat.
Di sisi lain, publik juga mulai membandingkan program KURDA bunga 0 persen dengan skema KUR reguler nasional seperti KUR BRI 2025.
Perbedaannya cukup mencolok:
- KUR reguler tetap memiliki bunga ringan tertentu
- KURDA Sragen menawarkan bunga 0 persen
- KURDA lebih fokus pada pemberdayaan lokal berbasis daerah
Dikutip dari laman resmi BRI, dijelaskan suku bunga KUR BRI berkisar antara 3% hingga 9% efektif per tahun, tergantung pada jenis pinjaman dan frekuensi pinjaman Anda.
Untuk pinjaman pertama, bunga ditetapkan mulai dari 3% untuk KUR Super Mikro dan 6% untuk KUR Mikro/Kecil.
Meski begitu, pelaku usaha tetap perlu memperhatikan syarat administrasi, kemampuan pembayaran, serta penggunaan modal agar pembiayaan benar-benar dipakai untuk kegiatan produktif.
Program seperti KURDA juga diprediksi dapat menjadi contoh bagi daerah lain apabila terbukti mampu:
- Menekan angka kemiskinan
- Memperluas usaha mikro
- Mengurangi pengangguran
- Memperkuat ekonomi daerah berbasis UMKM
Pencarian terkait kur 2026 diperkirakan masih akan meningkat dalam beberapa waktu ke depan, terutama setelah munculnya program pembiayaan daerah dengan bunga nol persen seperti di Sragen.
Jika pola ini berhasil direplikasi secara nasional, arah kredit UMKM Indonesia berpotensi mengalami perubahan besar menuju pembiayaan yang lebih inklusif dan terjangkau.
Disclaimer:
Informasi KURDA 0 persen, bunga KUR 2026, dan UMKM Sragen disarikan dari sumber resmi Kementerian UMKM dan Pemkab Sragen. Tidak bersifat rekomendasi, tapi menyuguhkan informasi. Keputusan mutlak di tangan Anda.










