Tulisankita.com – Panggung sepak bola usia dini di Provinsi Bengkulu baru saja melahirkan sejarah baru yang menggetarkan.
Kerja keras, keringat, dan determinasi tinggi di lapangan hijau akhirnya membuahkan hasil manis bagi skuad muda Utara United BMN.
Tim yang dihuni oleh talenta-talenta menjanjikan kategori usia di bawah 12 tahun (U12) ini sukses menobatkan diri sebagai yang terbaik se-Provinsi Bengkulu setelah merajai turnamen prestisius Piala Presiden Grassroots 2026 Regional Bengkulu.
Baca Juga : Update Transfer ke Daerah Rp338 Triliun, Dana Desa 2026 Baru Cair 20 Persen
Gelar juara ini bukan sekadar trofi biasa. Keberhasilan ini menjadi tiket emas yang membawa nama harum Provinsi Bengkulu ke pentas nasional.
Skuad asuhan duo pelatih lokal jempolan ini dijadwalkan terbang ke Yogyakarta untuk bertarung memperebutkan mahkota juara nasional pada tanggal 6 hingga 11 Juli 2026 mendatang.
Perjalanan Utara United BMN menuju podium tertinggi dilalui dengan perjuangan yang tidak mudah. Turnamen garapan Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Bengkulu ini diikuti oleh 16 tim sepak bola anak terbaik dari berbagai penjuru bumi Rafflesia.
Persaingan ketat tersaji sejak babak penyisihan, namun mental juara Utara United BMN teruji hingga melaju ke partai puncak. Di babak final, mereka dipertemukan dengan salah satu raksasa sepak bola lokal, Persipa Bengkulu.
Melalui pertandingan dramatis yang menguras emosi dan fisik, Utara United BMN akhirnya sukses menyudahi perlawanan sengit Persipa untuk mengamankan takhta juara pertama.
Keberhasilan luar biasa ini tidak lepas dari tangan dingin manajemen dan sokongan penuh dari sang pemilik klub.
Utara United BMN merupakan skuad yang dimiliki Febri, Anggota DPRD Bengkulu Utara (yang akrab disapa anak Medi) asal Putri Hijau.
Komitmennya dalam membina pemuda dan memajukan olahraga di tingkat akar rumput (grassroots) kini berbuah prestasi nasional yang membanggakan masyarakat Bengkulu Utara.
Di pinggir lapangan, strategi taktis dan dorongan motivasi tanpa henti ditiupkan oleh duet pelatih handal:
- Uda Pian: Pelatih kepala yang jeli dalam melihat potensi anak-anak asuhnya serta menyusun skema permainan menyerang yang atraktif.
- Rendra: Asisten pelatih yang fokus pada kedisiplinan transisi bermain serta penguatan mental bertanding anak-anak di lapangan.
Keharmonisan taktik pelatih dan dukungan manajemen ini diterjemahkan dengan sangat apik oleh para penggawa di lapangan.
Berikut adalah daftar 12 pahlawan cilik Utara United BMN U12 yang berjuang habis-habisan demi lambang di dada:
- Fabian
- Awang
- Rehan
- Adit
- Luki
- Irvan
- Gaga
- Tegar
- Zaki
- Fatan
- Excel
- Prabu
Kini, fokus dan konsentrasi penuh langsung dialihkan ke Yogyakarta. Bermain di tingkat nasional pastinya akan memberikan atmosfer hingga skala kesulitan yang jauh lebih tinggi.
Selamat berjuang di Yogyakarta, Garuda Muda!












