Kasus gajah mati pada kawasan hutan produksi di Bengkulu, masih misteri. Menteri Kehutanan (Menhut), Raja Juli Antoni, berujar, terus mengawal ketat pengusutan kematian dua ekor gajah sumatera di kawasan hutan produksi Bentang Alam Seblat, Bengkulu.
Saat ini, publik tengah menanti kepastian medis mengenai penyebab kematian satwa dilindungi tersebut melalui proses saintifik di laboratorium.
Baca Juga : Dua Gajah Sumatera Mati, Menhut Raja Juli Cabut Izin PT API dan PT BAT di Bengkulu!
Menanti Hasil Lab Bogor
Mengutip Antara, Menhut Raja Juli Antoni menjelaskan bahwa proses nekropsi (necropsy) atau otopsi pada bangkai gajah tersebut tengah berlangsung di laboratorium khusus di Bogor, Jawa Barat.
Hingga saat ini, hasil resmi mengenai penyebab pasti kematian belum diumumkan secara terbuka karena masih dalam tahap penelitian mendalam.
“Dalam konteks itu sekarang sedang necropsy, dicari penyebabnya apa. Sekarang sudah di lab di Bogor, nanti akan kita umumkan apa penyebabnya,” ujar Menhut di Jakarta.
Baca Juga : Jurnalis Rentan Intimidasi, LPSK Siapkan Mekanisme Perlindungan Darurat bagi Wartawan
Prabowo Bakal Buat Inpres Penyelamatan Gajah
Langkah serius diambil pemerintah bukan hanya untuk mengusut kasus di Bengkulu, tetapi juga sebagai strategi jangka panjang.
Menteri Raja Juli mengungkapkan, saat ini sedang disusun Instruksi Presiden (Inpres) terkait penyelamatan populasi dan habitat gajah, baik di Sumatera maupun Kalimantan.
Langkah ini disebut sebagai bukti nyata keseriusan Presiden Prabowo Subianto dalam menangani krisis satwa liar. Pasalnya, populasi gajah saat ini telah memasuki fase yang sangat terancam punah.
Strategi penyelamatan ini mencakup penyatuan kantong-kantong habitat gajah, pelibatan aktif masyarakat dan aktivis, hingga solusi permanen seperti pembangunan pembatas (barrier) di Taman Nasional Way Kambas.
Mengenal Nekropsi: Kunci Mengungkap Kematian Satwa
Dalam kasus kematian gajah di Bengkulu, istilah nekropsi menjadi kunci utama. Lantas, apa sebenarnya yang dimaksud dengan prosedur tersebut?
Mengutip laporan dari Cornell Wildlife Health Lab +3 dan akun YouTube·Morris Animal Foundation +6 menjelaskan tentang nekropsi.
Merupakan pemeriksaan sistematis terhadap bangkai hewan untuk menentukan penyebab kematian, memahami proses penyakit, atau mengonfirmasi diagnosis medis.
Sering disebut sebagai “otopsi hewan”, prosedur ini melibatkan pembedahan dan pengambilan sampel jaringan oleh tenaga ahli seperti dokter hewan atau ahli patologi.
Tujuan utama dari nekropsi adalah untuk mengungkap penyebab kematian yang tidak jelas, mencegah penyebaran infeksi pada kawanan hewan lain, hingga mengidentifikasi potensi penyakit zoonosis (penyakit yang dapat menular dari hewan ke manusia).
Dengan adanya hasil nekropsi dari lab Bogor nantinya, pemerintah diharapkan dapat mengambil langkah hukum dan konservasi yang lebih akurat guna mencegah kejadian serupa terulang kembali di masa depan.




